Saya tidak akan banyak basa basi pada postingan kali ini. Saya hanya sekedar ingin membagi pendapat saya akan opini masyarakat Indonesia tentang Operasi Plastik. Saya juga tidak akan menyebutkan jenis-jenis operasi plastik yang ada apalagi sampai tarif nya. Ini murni pendapat saya akan opini masyarakat yang mulai tidak enak di dengar.
Singkat kata beberapa hari ini saya merasa terganggu dengan ucapan-ucapan nyinyir di akun Instagram beberapa artis ibu kota. Lebih spesifik lagi di akun anak seseDIVA Indonesia sebut saja A. Saya yakin tanpa perlu menyebut namanya banyak dari pembaca akan mengerti siapa maksud saya. Dari semua sindiran sindiran yang ada bisa saya simpulkan bahwa A dituduh telah melakukan plastic surgery karena penampilannya yang jadi berbeda dalam konotasi baik. Entah masalah kulit hingga rahangnya di cibir habis habisan. Meskipun A telah mengkonfirmasi bahwa semua perubahan itu tidak ada sangkut pautnya dengan operasi plastik tetap saja dia di cibir.
Sebelum saya lanjut menuliskan pendapat saya ada baiknya pembaca tau saya bukan fans A. Saya lebih tua dari dia dan saya tidak pernah mengidolakan orang yang lebih muda dari saya. Jadi pendapat saya tidak akan terpengaruh akan suka atau tidak sukanya pada A. Saya hanya menyayangkan bagaimana orang-orang dengan mudahnya memberi label pada orang lain yang bahkan tidak dikenal. Bertemu saja belum tentu pernah. Sungguh miris melihat keadaan seperti ini.
Perlu digaris bawahi bahwa saya tidak pernah merasa secantik Megan Fox atau sexy seperti Candice Swanepol. Akan tetapi saya sendiri pernah mengalami transformasi fisik yang cukup untuk membat orang lain nyinyir dibelakang saya. Saya berani bersumpah tidak pernah menjalani operasi plastik. Saya kenal dengan dunia spa saja baru setahun belakangan.
Delapan tahun yang lalu adalah masa itik buruk rupa saya yang paling parah. Berat saya menembus angka 100 kilogram, kulit saya gelap terlalu sering jalan kaki pulang pergi sekolah dan rambut saya keriting dan hampir botak hasil obat pelurusan rambut yang terlalu keras. Saya itik buruk rupa yang sama sekali tidak mementingkan penampilan pada saat itu.
Saya perlahan berubah ketika mulai menduduki bangku perkuliahan. Jadwal kuliah yang padat, kegiatan organisasi yang menumpuk dan ketertarikan pada dunia fashion bagai hentakan pada diri saya. Berat badan saya menurun, kulit saya yang kusam kembali cerah dan rambut saya pun tumbuh dengan sendirinya. Saya terobsesi bisa mengenakan pakaian yang lagi tren dengan ukuran yang jauh lebih kecil dari ukuran saya waktu itu. Mereka yang melihat sendiri perubahan itu tahu itu semua butuh proses. Sedangkan mereka yang tidak, tidak akan percaya semua itu.
Suatu waktu saya bertemu dengan saudara yang sudah lama tidak saya jumpai. Dia mungkin terkejut melihat saya yang saat itu ia temui berbeda jauh dari ingatannya. Saya hanya tersenyum meski sempat risih melihat caranya menatapku. Tanpa perasaan malu dia bertanya pada Ibu saya apa hidung saya di operasi. Jelas Ibu saya menjawab tidak karena memang itu kenyataannya. Tapi dia berkali kali lagi menanyakan hal yang sama. Merasa pemikirannya tidak dibenarkan, ia menatapku dengan hina sambil bergumam "Ah gak mungkin!". Saya hanya bisa tersenyum dan coba melupakan kejadian itu.
A yang saya ceritakan sebelumnya benar benar mengingatkan saya akan pengalaman tidak mengenakkan ini. Saya berani bersumpah saya tidak pernah menjalani operasi plastik. Lagipula hidung saya tidak semancung yang dia tuduhkan. Hanya lebih terlihat sejak timbunan lemak di wajah saya menipis. Begitu juga dengan dagu saya yang semakin meruncing. Berkurangnya berat badan memperjelas bentuk wajah saya yang asli yaitu hati bukan bulat. Jelas saya akan keliatan berbeda.
Sangat disayangkan pada jaman semaju ini masih banyak orang yang berpikiran dangkal. Begitu beragamnya media informasi yang ada juga tidak dipergunakan sebaik-baiknya. Saya pernah berada disituasi itu jadi saya berani menuliskan ini semua. Lagi pula saya tidak akan mempertaruhkan harga diri dengan tindakan serendah itu. Mungkin yang kita butuhkan bukan media sosial baru tapi kesadaran akan guna semua kemajuan yang ada.
No comments:
Post a Comment